Tingkatkan Kekebalan Tubuh Dengan Makanan-makanan Ini

Di musim hujan, tubuh harus beradaptasi dengan cuaca yang berubah-ubah, dari panas, dingin, hujan, panas, dan seterusnya dan akan membuat tubuh lebih mudah terserang flu dan demam. Ternyata, ada cara mudah untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara makan. Lalu, makanan apa sajakah itu?

1.         Sup Ayam

Sebuah peneltian mengatakan bahwa sup ayam lebih efektif untuk membuat hidung lancar kembali saat tersumbat. Sup juga menjaga Anda tetap terhidrasi dan meningkatkan temperatur saluran pernafasan yang penting untuk melancarkan sekresi. Tambahkan sedikit pedas untuk mempecepat lancarnya pernafasan saat flu.

2.         Yogurt

Kandungan probiotik atau “bakteri bagus” seperti dalam yogurt, kefir, dan sauerkraut atau kubis dapat membuat memperbaiki sistem kekebalan dan pencernaan. Selain itu, kini juga banyak ditemukan sereal maupun granola bar yang mengandung probiotik.

3.         Teh Hijau

Teh hijau yang sedang nge-trend ini begitu mudah ditemukan, baik dalam bentuk bubuk, maupun diseduh. Teh hijau sendiri rasanya enak dan menyegarkan dan mengandung senyawa polifenol bernama catechin yang mampu membunuh virus influenza. Untuk mengonsumsi teh hijau seduh, gunakan air yang tidak terlalu mendidih dan rendam teh selama 1-2 menit, ditambah madu dan sedikit jeruk nipis untuk mengurangi rasa pahit.

4.         Vitamin D

American Journal of Clinical Nutrition merilis sebuah penelitian yang hasilnya mengatakan bahwa suplemen vitamin D (1.200 IU) yang dikonsumsi anak-anak dapat mengurangi kemungkinan mereka terkena flu sebesar 40% daripada anak-anak yang mengonsumsi plasebo. Vitamin D menurut peneliti kesehatan dari University of Colorado School of Medicine di Denver, Amerika Serikat, Adit Ginde, M.D., dapat membunuh bakteri dan virus yang membuat tubuh sakit. Sumber vitamin D bisa didapat dari suplemen, lemak ikan seperti salmon, susu bervitamin D, dan cahaya matahari.

5.         Serat Larut

Penelitian yang dirilis di jurnal Brain, Behavior and Immunity mengatakan bahwa tikus yang mengonsumsi serat larut selama enam minggu sembuh 50% lebih cepat daripada tikus yang mengonsumsi serat campuran. Serat larut yang menurut Christina Sherry, Ph.D., R.D., dari University of Michigan, Ann Arbor, Amerika Serikat banyak ditemukan pada buah-buah sitrus, apel, wortel, kacang-kacangan, dan oat dapat melawan peradangan, sementara serat tidak larut yang tidak kalah pentingnya bagi kesehatan tidak memiliki dampak terlalu besar pada imunitas. Oleh sebab itu, Sherry menyarankan bahwa Anda mengonsumsi 25-38 gram serat per hari, dan fokus pada serat-serat larut.

 0 Comments

LIQUO TVC

KONTAK KAMI

  Jl. Ciputat Raya No.89B,
Pondok Pinang, Jakarta Selatan 12310
Indonesia

 +62 221 7591 8861

 info@liquo.com