Kenapa Makan Malam Sebelum Tidur itu Tidak Baik?

Kesibukan sehari-hari seringkali memaksa untuk tiba di rumah di jam-jam sebelum tidur dengan kondisi perut yang belum terisi karena menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja dan di perjalanan pulang. Dengan demikian, waktu makan malam sangat mepet dengan waktu tidur. Jika yang terjadi adalah demikian, maka sebaiknya Anda menghindari makan malam tepat sebelum tidur, karena banyak dampak negatif terhadap kesehatan. Ahli gizi dan penulis August McLaughlin memberikan alasan-alasan mengapa makan sebelum tidur itu tidak baik, seperti dikutip dari laman SFGate.com.

1.         Perut mulas

Rasa mulas ini muncul karena naiknya tingkat asam di perut dan berbaring setelah makan dapat meningkatkan gejala ini dan membuatnya lebih parah. Dokter Spesialis Masalah Tidur, Dr. Timothy Morgenthaler dari MayoClinic.com menyarankan agar Anda menghindari makanan pedas dan terlalu banyak bawang putih. Selain itu, memakan makanan berlemak dan asam seperti saus tomat, jus jeruk, dan makanan yang digoreng dapat meningkatkan resiko mulas ini.

2.         Makan terlalu banyak dan naiknya berat badan

Ellie Krieger, seorang ahli diet dan penulis buku The Food You Crave mengatakan bahwa kalori yang dikonsumsi sebelum tidur dapat meningkatkan berat badan daripada kalori yang dikonsumsi di waktu lain. Anda juga beresiko mengonsumsi cemilan terlalu banyak di malam hari.

3.         Insomnia

Makan dan minum alkohol serta kafein di dekat waktu tidur dapat memperparah gejala insomnia. Di sisi lain, tidur dalam kondisi lapar juga dapat meningkatkan gejala insomnia itu sendiri. Untuk itu, sebaiknya Anda mengonsumsi cemilan yang mengandung karbohidrat dan protein seperti sereal dan susu untuk meningkatkan rasa tenang.

4.         Komplikasi asma

Berdasarkan penelitian yang dirilis oleh The American Journal of Gastroenterology pada tahun 2004, penderita asma dapat mengalami komplikasi jika makan sebelum tidur. Dari responden penelitian tentang kebiasaan makan dan gejala bronkial tersebur, 261 memiliki asma dan 218 tidak memiliki asma diwawancarai dengan mendalam. Mereka yang memiliki asma cenderung mengalami gejala gastroesophageal reflux baik di siang maupun malam hari seperti batuk, bengek, dan kesulitan bernafas setelah makan malam sebelum tidur daripada mereka yang tidak makan. Para peneliti menegaskan bahwa kebiasaan makan sebelum tidur meningkatkan resiko yang mengancam jiwa bagi penderita asma.

 

Sumber: http://healthyeating.sfgate.com/negative-effects-eating-before-bed-3027.html

 0 Comments

LIQUO TVC

KONTAK KAMI

  Jl. Ciputat Raya No.89B,
Pondok Pinang, Jakarta Selatan 12310
Indonesia

 +62 221 7591 8861

 info@liquo.com